KESENIAN TARI TOPENG CEPETAN KARANGGAYAM ASLI KEBUMEN
Kebumen Memiliki bermacam-macam kesenian tradisional asli. Selain Ebleg, Jemblung, Jamjaneng, dan Menthiet, kesenian tradisional asli Kebumen lainnya ialah Cepetan/Cepetan Alas. Kesenian Cepetan merupakan kesenian tradisional bergenre Sendratari. Kesenian ini berasal dari kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Cepetan Alas berasal dari dua kata : Cepetan (bahasa Jawa; kata dasarnya adalah Cepet, nama salah satu jenis mahluk halus di Jawa) dan Alas (bahasa Jawa yang berarti Hutan).
Kesenian tradisional Cepetan/Cepetan alas diperagakan oleh beberapa orang menggunakan kostum tradisional sederhana dilengkapi dengan topeng. Topeng – topeng yang dikenakan oleh masing-masing penari menggambarkan karakter. Sebuah topeng berkarakter baik (menggambarkan manusia), topeng lainnya menggambarkan simbol binatang (monyet, harimau, dan gajah) dan mahluk halus (cepet, bekasakan, banaspati, raksasa/buta dan lain – lain).
Kesenian tradisional Cepetan/Cepetan Alas diawali dengan musik pengiring gamelan sederhana dan bedug. Disusul keluarnya penari – penari bertopeng dan pengantar dalam sebuah cerita singkat menggunakan bahasa Jawa tentang asal mula kesenian tradisional Cepetan. Setelah cerita pengantar selesai, para penari melanjutkan tariannya dengan gerakan penggambaran dibukanya hutan Curug Bandung dan perkelahian antara sosok manusia dengan berbagai macam mahluk halus dan binatang penghuni hutan yang diakhiri dengan kemenangan tokoh manusia dan menyingkirnya para mahluk halus dan binatang hutan.
Tarian ini sepintas memiliki kemiripan alur cerita dengan sendratari Bambangan Cakil, yang menggambarkan perkelahian Arjuna melawan Buta Cakil yang menggodanya ketika ia bertapa, yang diakhiri dengan kemenangan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar